Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Tampilkan postingan dengan label Trik-tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trik-tips. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Juli 2014
uji kualitas pupuk organik modern
uji kualitas pupuk organik modern
Kamis, 17 April 2014
Tanah masam
Tanah masam adalah tanah
ber-pH rendah (pH dibawah 6), semakin rendah pH tanahnya maka semakin ekstrim
kemasamannya.
Kendala Tanah Masam
1. Unsur hara makro
(terutama N,P,K,Ca,Mg) tidak tersedia dalam jumlah cukup, efektifitas dan
efisiensi pemupukan makro (urea, TSP, KCl) juga rendah.
2. Beberapa unsur (terutama
Al dan Fe) tersedia berlebih sehingga sering meracun pada tanaman.
3. Menghambat perkembangan
mikroorganisme tanah.
Pengapuran untuk
Meningkatkan pH Tanah
Perbaikan pH tanah bisa
dikatakan menyelesaikan 50% masalah kesuburan tanah. Salah satu cara
meningkatkan pH tanah dengan pengapuran menggunakan kapur pertanian (kaptan)
atau dolomit. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Idealnya paling lambat
pengapuran dilakukan 2 minggu sebelum tanam, karena bahan kapur termasuk bahan
yang lambat bereaksi dengan tanah.
2. Setelah pengapuran
sebaiknya tanah dicangkul (dibajak) agar kapur bisa merata masuk dekat zona
perakaran.
3. Pengairan setelah
pengapuran sangat diperlukan.
4. Peningkatan pH tidak bisa
terjadi seketika, melainkan pelan dan bertahap.
5. Dosis kapur disesuaikan
pH tanahnya, tetapi sebagai pedoman praktis dosis berkisar 500 kg/Ha 2 ton/Ha.
Catatan
Dolomit juga harus secara
rutin digunakan pada tanah pH normal, karena unsur Ca dan Mg pada dolomit
sangat dibutuhkan tanaman.
Sumber : TS Pupuk/pertaian NASA
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Rabu, 16 April 2014
pH Tanah
pH Tanah (Potential of Hidrogen)
Batasan
Istilah :
Nilai (0-14) yang menggambarkan
jumlah relatif ion H+ terhadap ion OH- dalam larutan
tanah.
Skala pH
:
pH 0 s.d <7 = Asam (H+>OH-) ---> Kapur
pH = 7 = Netral
(H+ = OH-)
pH 7 s.d 14 = Basa (H+
< OH-) ----> Sulfur
Bagaimana
Mengetahui pH tanah
1. Analisa
Tanah di Laboratorium
2. Pengukuran di lapangan pakai kertas lakmus
atau soil tester.
3. Perkiraan Pengamatan visual :
- Tergenang / Rawa ----> (Asam)
-
Lumpur/Air berkarat -----> (Asam)
- Tanah merah -----> (Asam)
- Tanah Hitam/Gambut ------> (Sangat Asam)
- Tanah Kapur ------> (Basa)
4. Alat pH Tester
Caranya silahkan klick " pH Tester "
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Selasa, 15 April 2014
Cara menentukan pH Tanah
Cara menentukan pH Tanah
Salah satu syarat yang penting dalam budidaya tanaman di Indonesia, khususnya di pulau jawa adalah pH tanah Netral
Salah satu syarat yang penting dalam budidaya tanaman di Indonesia, khususnya di pulau jawa adalah pH tanah Netral
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Senin, 14 April 2014
Meningkatkan pH Tanah
Meningkatkan pH Tanah
Rekomendasi Aplikasi Pupuk makro-mikro dan Kapur Pertanian / Dolomit
Rekomendasi Aplikasi Pupuk makro-mikro dan Kapur Pertanian / Dolomit
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Minggu, 13 April 2014
Peranan pH Tanah terhadap Tanaman
Peranan pH
Tanah terhadap Tanaman :
1. Menentukan tingkat serapan ion-ion unsur
hara (pupuk) oleh tanaman.
2. Menunjukkan
keberadaan unsur- unsur yang bersifat racun bagi tanaman
3. Mempengaruhi
perkembangan mikroorganisme bermanfaat dalam tanahHUBUNGAN UNSUR HARA DAN pH TANAH
Solusi Jangka pendek menggunakan kapur pertanian atau dolumit, untuk jangka panjang dan melengkapi unsur (tiap panen pasti berkurang) mengunakan SUPERNASA dan POWERNUTRITION, Sehingga tanaman semakin meningkat hasilnya dan tanah semakin subur........
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Jumat, 17 Januari 2014
Cara Membuat Pupuk Organik Cair
Cara Membuat Pupuk Organik Cair
Biangnya
Pupuk Organik Cair
1.
1 Sachet Greenstar untuk membuat 1 - 1,5 ltr
Pupuk Organik Cair (POC)
2.
1 Kotak Greenstar (isi 3 sachet) untuk 3 - 5 ltr
POC
Caranya :
Cukup
larutkan Greenstar dalam air sesuai dosis diatas dan didiamkan di tempat teduh
selama + 2 minggu, aduk 1 - 2 hari sekali. POC siap digunakan dengan dosis : 50
cc - 100 cc / tangki semprot
Mau Pupuk
Organik Cair (POC) Murah Berkualitas ?
Beli saja Biangnya ......
Beli saja Biangnya ......
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Rabu, 24 Juli 2013
pestisida organik
pestisida organik
Pestisida Organik sangat ampuh untuk membasmi Hama dan Penyakit Tanaman, apabila cara penggunaanya TEPAT, yaitu :
Pestisida Organik sangat ampuh untuk membasmi Hama dan Penyakit Tanaman, apabila cara penggunaanya TEPAT, yaitu :
- TEPAT JENIS
- TEPAT DOSIS
- TEPAT CARA
- TEPAT WAKTU
- TEPAT SASARAN
Produk Pestisida Organik dan Agens Hayati, Informasinya Silahkan klik :
Rabu, 30 Januari 2013
Panen Jagung
Panen Jagung
Cara taman Jagung silahkan click : "budidaya Jagung" dan menggunakan produk Nasa
Cara taman Jagung silahkan click : "budidaya Jagung" dan menggunakan produk Nasa
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Minggu, 20 Januari 2013
GLIO dan BVR
GLIO dan BVR
bersertifikasi badan Pestisida Nasional
bersertifikasi badan Pestisida Nasional
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Kamis, 17 Januari 2013
Obat Trips dan Aphis
Obat Trips dan Aphis
Silahkan klik Video dibawah ini :
Pentana untuk mengatasi Trips, aphis dan kutu-kutuan
Silahkan klik Video dibawah ini :
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Selasa, 15 Januari 2013
Sayur Organik
Sayur Organik
Setiap Hektar ladang atau sawah yang
akan ditanami sayuran diberi pupuk kandang/pupuk organik (1 - 20 ton per Ha ).
Jika tanah mempunyai kandungan bahan organik > 3% (tanah masih subur) maka
pemupukan cukup dengan dosis 1 ton/ha, jika kandungan bahan organik antara 1 –
2% maka disarankan pemberian pupuk kandang/pupuk organik sebanyak antara 1 – 3
ton/ha, namun jika tanah telah banyak pencemarannya (rusak) atau tanah yang
mempunyai kandungan bahan organik <1% maka pupuk kandang yang dibutuhkan
semakin banyak (antara 3 – 20 ton /ha).
Banyaknya pupuk organik juga tergantung kemiringan lahannya. Semakin lahan miring dimana banyak terjadi
erosi dan lapisan olah tanah hilang maka dosis pupuk orgnik bisa mencapai 20
ton/ha. Tanah dicampur dengan pupuk
organik, digemburkan lalu dibentuk bedengan untuk mempermudah memelihara
tanaman/sayuran yang ditanam. Jika pupuk
kandang terbatas bisa ditambahkan atau diganti dengan pupuk organic padat
SUPERNASA dosis bisa 3-5 kg per ha atau kalau pakai SUPERNASA GRANULE dosis 50
kg per ha.
Catatan : Hasil panen sayuran organik seperti di atas, akan lebih enak,
renyah, gurih alami, warna lebih cerah, gizi yang lebih baik karena tidak
terkontaminasi bahan bahan kimia.
Dianjurkan untuk dikonsumsi orang orang yang mengidap kanker, autis,
penyakit gula dll. Kalau dikonsumsi
sehari hari akan menjaga kesehatan dan mengurangi resiko terkena penyakit -
penyakit di atas.
Pengolahan Tanah dan Pemupukan. Tanah yang akan ditanami dengan sawi,
pokcai, bayam, kangkung dan seledri harus diolah dahulu dan diberi pupuk
organik yang berasal dari kotoran ternak, limbah-limbah organik yang telah
diolah terlebih dahulu menggunakan konsep fermentasi dan dicampur dengan GLIO
untuk mengurangi serangan penyakit jamur.
Setiap Hektar ladang atau sawah yang
akan ditanami sayuran diberi pupuk kandang/pupuk organik (1 - 20 ton per Ha ).
Jika tanah mempunyai kandungan bahan organik > 3% (tanah masih subur) maka
pemupukan cukup dengan dosis 1 ton/ha, jika kandungan bahan organik antara 1 –
2% maka disarankan pemberian pupuk kandang/pupuk organik sebanyak antara 1 – 3
ton/ha, namun jika tanah telah banyak pencemarannya (rusak) atau tanah yang
mempunyai kandungan bahan organik <1% maka pupuk kandang yang dibutuhkan
semakin banyak (antara 3 – 20 ton /ha).
Banyaknya pupuk organik juga tergantung kemiringan lahannya. Semakin lahan miring dimana banyak terjadi
erosi dan lapisan olah tanah hilang maka dosis pupuk orgnik bisa mencapai 20
ton/ha. Tanah dicampur dengan pupuk
organik, digemburkan lalu dibentuk bedengan untuk mempermudah memelihara
tanaman/sayuran yang ditanam. Jika pupuk
kandang terbatas bisa ditambahkan atau diganti dengan pupuk organic padat
SUPERNASA dosis bisa 3-5 kg per ha atau kalau pakai SUPERNASA GRANULE dosis 50
kg per ha.
A. Pembibitan/ Persiapan. Bibit tanaman Sayuran Pilih benih yang bagus kemudian direndam air
(bisa ditambah POC NASA 2 cc/lt ),
biarkan selama 20 menit, kemudian ditiriskan lalu ditanam pagi atau sore
hari.
B. Pemeliharaan.
Tanaman sayuran (Sawi, sawi putih, pokcai), setelah berumur 1 minggu (7
hari sd 10 hari) berikutnya disemprot dengan pupuk organik atau pupuk hayati
serta pestisida alami. Semprotkan
larutan POC NASA dan HORMONIK ( hormon organik) atau GREENSTAR tiap minggu
sekali , waktu penyiraman setiap 1 – 2 minggu sekali secara rutin sampai
tanaman akan dipanen. Tanaman sawi, sawi putih, pokcai, seledri akan mulai bisa
dipanen saat umur 25 hari, sedangkan kangkung bayam bisa dipanen saat berumur
20 hari setelah tanam.
Catatan : Hasil panen sayuran organik seperti di atas, akan lebih enak,
renyah, gurih alami, warna lebih cerah, gizi yang lebih baik karena tidak
terkontaminasi bahan bahan kimia.
Dianjurkan untuk dikonsumsi orang orang yang mengidap kanker, autis,
penyakit gula dll. Kalau dikonsumsi
sehari hari akan menjaga kesehatan dan mengurangi resiko terkena penyakit -
penyakit di atas.
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Kamis, 10 Januari 2013
Minggu, 03 Juni 2012
bule cabe dan kutu daun
Bule cabe dan kutu daun
silahkan klik video dibawah ini dan perhatikan penjelasannya :
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Sabtu, 02 Juni 2012
Busuk Akar
Busuk Akar Cabe, Tomat dan Melon
silahkan pelajari video dibawah ini :
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Jumat, 01 Juni 2012
Jamur
Jamur untuk Insektisida Hayati
Kita tahu dan sebaiknya harus tahu bahwa pengendalian hama secara biologi
atau pengendalian hayati mendapat perhatian yang cukup besar di dunia
pertanian. Hal ini antara lain disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang
semakin tinggi akan bahayanya pengaruh samping penggunaan pestisida kimia baik
terhadap manusia maupun lingkungan. Dampak negatif penggunaan pestisida yang
kurang bijaksana akan menimbulkan resistensi hama, resurgensi hama, munculnya
hama kedua, terbunuhnya jasad bukan sasaran ( musuh alami , residu pestisida dan
pencemaran lingkungan. Kecenderungan masyarakat untuk menikmati hasil - hasil
pertanian yang bebas residu pestisida semakin meningkat. Di samping
kebijaksanaan pemerintah dalam pengendalian dengan sistem pengelolaan hama
terpadu (PHT) sesuai UU No. 12 tahun 1992 juga mendorong untuk memberi
kesempatan peran yang besar pada pengendalian hayati.
Salah satu agens hayati yang bisa digunakan sebagai pengendalian hayati
atau biologi adalah jamur entomopatogenik ( jamur yang memakan hama ) dan jamur
antagonis ( Jamur yang memakan jamur) Ada beberapa alasan mengapa jamur
entomopatogenik dan jamur antagonis banyak menjadi pilihan untuk pengendalian
hama penyakit dari pada organisme lain. Diantaranya jamur entomopatogenik dan
jamur antagonis mempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi, siklus hidupnya
pendek, dapat membentuk spora yang dapat bertahan lama di alam, bahkan dalam
kondisi yang tidak menguntungkan sekalipun. Disamping itu relatif aman,
bersifat selektif, kompatibel dengan berbagai insektisida, relatif mudah
diproduksi, kemungkinan menimbulkan resistensi sangat kecil. Selain itu, di
beberapa negara maju telah digunakan secara rutin dan meluas, misalnya Rusia
telah menggunakan Beauveria bassiana untuk mengendalikan Penggerek umbi
Kentang, Colarado potato beetle (Laspeyresia pomonella ).
Keberhasilan pemanfaatan jamur entomopatogenik dan jamur antagonis di
lapangan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan (suhu, kelembaban), jumlah
spora (termasuk viabilitas dan virulensinya) yang disemprotkan, sehingga
kemungkinan spora sampai sasaran cukup banyak. Di samping itu perlu diketahui
biologi hama atau daur hidupnya agar waktu penyemprotan dapat lebih tepat. Juga
saat penyemprotan harus benar-benar tepat, maksudnya tidak disemprotkan pada
waktu matahari terik, sebaiknya aplikasinya pada waktu mendung atau sore hari.
Viabilitas ( daya hidup ) spora jamur entomopatogenik dan jamur antagonis
dipengaruhi oleh faktor suhu, kelembaban, pH, radiasi sinar matahari dan
senyawa kimia seperti nutrisi dan pestisida. Hal ini penting untuk dipelajari,
sebab syarat suatu patogen berhasil baik digunakan sebagai agensia pengendali
hama yaitu harus memiliki viabilitas dan virulensi ( daya bunuh ) yang tetap
terpelihara atau tinggi.
Salah satu jamur entomopatogenik adalah Beuaveria bassiana, ( Natural BVR )
dan jamur antagonis adalah Gliocladium sp, Trichoderma sp. ( Natural GLIO )
yang dikeluarkan oleh PT. Natural Nusantara Jogjakarta merupakan satu-satunya
agens hayati yang telah bersertifikat dari komisi pestisida. Natural BVR sangat
bagus untuk mengendalikan wereng, walang sangit, penggerek batang padi dan
kakao, penggerek buah kopi dan kakao. Sedang Natual GLIO untuk mengendalikan
penyakit layu baik Fusarium (jamur) atau Xanthomonas sp dan Pseudomonas sp.
(bakteri) dan bisa mengendalikan penyakit akar gada pada kobis dan akar putih
pada tanaman perkebunan ( kakao, karet, sawit, sengon, kopi, teh dan kina ).
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Jumat, 18 Mei 2012
Pengapuran Tanah Masam
Pengapuran Tanah
Masam
Pengertian
Dasar
Tanah masam
adalah tanah ber-pH rendah (pH dibawah 6), semakin rendah pH tanah-nya maka
semakin ekstrim kemasamannya.
Kendala
Tanah Masam
1. Unsur hara
makro (terutama N,P,K,Ca,Mg) tidak tersedia dalam jumlah cukup, efektifitas dan
efisiensi pemupukan makro (urea, TSP, KCI) juga rendah.
2. Beberapa unsur
(terutama AI dan Fe) tersedia berlebih sehingga sering meracun pada tanaman.
3. Menghambat
perkembangan mikroorganisme tanah.
Pengapuran
untuk Meningkatkan pH Tanah
Perbaikan pH
tanah bisa diakatakan menyelesaikan 50% masalah kesuburan tanah. Salah satu
cara meningkatkan pH tanah dengan pengapuran menggunakan kapur pertanian
(kaptan) atau dolomit. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Idealnya
paling lambat pengapuran dilakukan 2 minggu sebelum tanam, karena bahan kapur
termasuk bahan yang lambat bereaksi dengan tanah.
2. Setelah
pengapuran sebaiknya tanah dicangkul (dibajak) agar kapur bisa merata masuk
dekatzona perakaran.
3. Pengairan
setelah pengapuran sangat diperlukan.
4. Peningkatan pH
tidak bisa terjadi seketika, melainkan pelan dan bertahap.
5. Dosis kapur
disesuaikan pH tanahnya, tetapi sebagai pedoman praktis dosis berkisar 500
kg/Ha 2 ton/Ha.
Catatan
Dolomit juga
harus secara rutin digunakan pada tanah pH normal, karena unsur Ca dan Mg pada
dolomit sangat dibutuhkan tanaman
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Selasa, 15 Mei 2012
Trik dan tips budidaya tanaman di musim hujan
Trik dan tips budidaya tanaman di musim hujan :
1. Bedengan
(guludan) lebih tinggi daripada musim kemarau, membuat parit keliling lahan,
pemasangan mulsa.
2. Gunakan benih dan bibit unggul.
3. Penurunan pH tanah karena genangan air maka berikanlah dolomit / kapur
pertanian.
4. Berikan nutrisi lengkap dan berimbang. Selain pupuk N, P dan K, berikan
juga pupuk mikro (POP SUPERNASA, POC NASA) dan ZPT (HORMONIK).
6. Pupuk urea perlu dikurangi 10% -20% dari dosis pada musim kemarau.
7. Jarak tanam lebih lebar dibandingkan pada musim kemarau.
8. Pencegahan hama dan penyakit dapat saat menggunakan GLIO, BVR,
VITURA, VIREXI, PESTONA dan METILAT (tergantung jenis hama- penyakitnya).
9. Gunakan Perekat AERO810 agar penyemprotan POC NASA, HORMONIK dan PESTONA di musim
hujan lebih efektif dan efisien
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Senin, 14 Mei 2012
Fungsi & Pengaruh Mulsa
Fungsi & Pengaruh Mulsa (Penutup Tanah), mulsa atau penutup tanah
adalah sangat penting dan berpengaruh positif terhadap tanaman maupun tanah itu
sendiri, baik diterapkan pada pertanian organik maupun pertanian biasa. Dalam
peranannya untuk peningkatan kesuburan tanah mulsa yang paling baik adalah
mulsa yang berasal dari limbah pertanian, tidak dari plastik. Meskipun pada
pertanian biasa sering digunakan mulsa plastik. Mulsa yang berasal dari limbah
pertanian seperti jerami padi, seresah, ilalang dan lain-lain sangatlah
membantu meningkatkan kesuburan tanah. Selain fungsinya untuk menjaga
kelembaban tanah juga setelah mulsa membusuk akan berguna sebagai pupuk
organik, memperbaiki struktur dan tekstur tanah.
Ada perbedaan yang sangat mencolok antara tanah yang bermulsa dan yang
tidak diberi mulsa. Tanah yang tidak menggunakan mulsa akan mudah terkena erosi
bila terkena air hujan maupun pecah-pecah apabila terlalu banyak penguapan.
Dengan adanya erosi jelas memperburuk kesuburan tanah dan pengaruhnya jika
erosi terjadi pada waktu ada tanaman adalah membuat pertumbuhan dan
perkembangan tanaman terhambat, tanaman mudah roboh dan lain-lain.
Kondisi tanah yang pecah-pecah pada musim kemarau akan berpengaruh sangat
buruk pada perakaran tanaman. Putusan akar karena pergerakan tanah-tanah
evavorasi yang berlebihan mempengaruhi tanaman (menjadi kayu). Sedangkan tanah /
lahan pertanaman yang menggunakan mulsa akan menjadi lebih baik dibandingkan
sebelumnya.
Karena mulsa berfungsi mengurangi adanya penguapan, mengurangi adanya
erosi, menjaga kelembaban tanah dan sebagai sumber penambah hara setelah
menjadi pupuk hijau.
Air hujan yang jatuh akan dapat meresap ke bawah (tidak terjadi aliran
permulaan), selanjutnya dengan penguapan yang sedikit kondisi air tanah tetap
tersedia bagi tanaman. Kondisi yang demikian inilah yang sukar didapat jika
menggunakan mulsa plastik.
Mulsa plastik hanya berfungsi menekan pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban
tanah yang tidak optimal, karena meskipun dapat mengurangi adanya penguapan
tapi tanah tidak dapat meresap air hujan selain melalui saluran irigasi/parit
antar bedengan. Bahkan kadang-kadang jika hujan terlalu besar pant tidak dapat
menampung air maka akan merusak bedengan, erosi pada pant terlalu besar.
Mulsa plastik tidak akan berpengaruh terhadap penambahan unsur hara, biaya
lebih mahal dan kekurangan kekurangan lain.
Lebih efektif dan maksimal hasil pertanian menggunakan Produk Nasa
Lebih efektif dan maksimal hasil pertanian menggunakan Produk Nasa
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Sabtu, 12 Mei 2012
Pengukuran Tingkat Kemasaman (pH) Tanah
Pengukuran Tingkat Kemasaman (pH) Tanah
1. Ambil contoh tanah dari beberapa titik pengambilan yang mewakili seluruh
areal pertanaman, terutama di kedalaman sekitar area perakaran (15-30 cm dari
permukaan tanah).
2. Contoh tanah dicampur jadi satu, dan diambil 1-2 sdm.
3. Masukkan ke dalam wadah, kemudian beri air murni / aquades (Bukan Air Mineral
Untuk Minuman) dengan volume yang sama dengan volume tanah.
4. Aduk campuran air murni dan tanah tersebut, diamkan beberapa saat sampai
mengendap sehingga air menjadi bening.
5. Pisahkan air bening dari endapan tanah dengan menuangkannya ke wadah
yang lain.
6. Celupkan kertas lakmus ke dalam air tersebut selama beberapa detik
hingga tidak lagi terjadi perubahan warna.
7. Cocokkan warna kertas lakmus dengan warna indikator yang terdapat pada
kemasan kertas lakmus untuk menentukan nilai pH.
8: Pengukuran (point 2-7) sebaiknya diulangi setidaknya tiga kali ulangan,
kemudian dihitung pH rata-rata.
9. Air murni/aquades dan kertas lakmus bisa dibeli di toko penjual bahan dan
alat kimia.
10. Pembelian air
murni/aquades bisa dilakukan secara berkelompok, agar biaya lebih ringan.
informasi lengkap mengenai pH tanah
informasi lengkap mengenai pH tanah
Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati)
untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:
Langganan:
Postingan (Atom)








