Tampilkan postingan dengan label Trik-tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trik-tips. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juli 2014

uji kualitas pupuk organik modern

uji kualitas pupuk organik modern





Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Kamis, 17 April 2014

Tanah masam


Tanah masam adalah tanah ber-pH rendah (pH dibawah 6), semakin rendah pH tanahnya maka semakin ekstrim kemasamannya.
Kendala Tanah Masam
1. Unsur hara makro (terutama N,P,K,Ca,Mg) tidak tersedia dalam jumlah cukup, efektifitas dan efisiensi pemupukan makro (urea, TSP, KCl) juga rendah.
2. Beberapa unsur (terutama Al dan Fe) tersedia berlebih sehingga sering meracun pada tanaman.
3. Menghambat perkembangan mikroorganisme tanah.
Pengapuran untuk Meningkatkan pH Tanah
Perbaikan pH tanah bisa dikatakan menyelesaikan 50% masalah kesuburan tanah. Salah satu cara meningkatkan pH tanah dengan pengapuran menggunakan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Idealnya paling lambat pengapuran dilakukan 2 minggu sebelum tanam, karena bahan kapur termasuk bahan yang lambat bereaksi dengan tanah.
2. Setelah pengapuran sebaiknya tanah dicangkul (dibajak) agar kapur bisa merata masuk dekat zona perakaran.
3. Pengairan setelah pengapuran sangat diperlukan.
4. Peningkatan pH tidak bisa terjadi seketika, melainkan pelan dan bertahap.
5. Dosis kapur disesuaikan pH tanahnya, tetapi sebagai pedoman praktis dosis berkisar 500 kg/Ha 2 ton/Ha.
Catatan
Dolomit juga harus secara rutin digunakan pada tanah pH normal, karena unsur Ca dan Mg pada dolomit sangat dibutuhkan tanaman.
Sumber : TS Pupuk/pertaian NASA


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Rabu, 16 April 2014

pH Tanah

pH Tanah (Potential of Hidrogen)
Batasan Istilah :
Nilai (0-14) yang menggambarkan jumlah relatif ion H+ terhadap ion OH- dalam larutan tanah.
Skala pH :
pH 0 s.d <7   = Asam (H+>OH-)  --->  Kapur
pH = 7           = Netral (H+ = OH-)
pH 7 s.d 14  = Basa  (H+ < OH-)  ---->  Sulfur

Bagaimana Mengetahui pH tanah
1. Analisa Tanah di Laboratorium
2. Pengukuran di lapangan pakai kertas lakmus atau soil tester.
3. Perkiraan Pengamatan visual :
    - Tergenang / Rawa ----> (Asam)
     - Lumpur/Air berkarat  -----> (Asam)
     - Tanah merah   -----> (Asam)
     - Tanah Hitam/Gambut  ------> (Sangat Asam)
     - Tanah Kapur    ------> (Basa)
4. Alat pH Tester
    Caranya silahkan klick " pH Tester "


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Selasa, 15 April 2014

Cara menentukan pH Tanah

Cara menentukan pH Tanah





Salah satu syarat yang penting dalam budidaya tanaman di Indonesia, khususnya di pulau jawa adalah pH tanah Netral


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Senin, 14 April 2014

Meningkatkan pH Tanah

Meningkatkan pH Tanah



Rekomendasi Aplikasi Pupuk makro-mikro dan Kapur Pertanian / Dolomit


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Minggu, 13 April 2014

Peranan pH Tanah terhadap Tanaman

Peranan pH Tanah terhadap Tanaman :
1. Menentukan tingkat serapan ion-ion unsur hara (pupuk) oleh tanaman.
2. Menunjukkan keberadaan unsur- unsur yang bersifat racun bagi tanaman
3. Mempengaruhi perkembangan mikroorganisme bermanfaat dalam tanah

HUBUNGAN UNSUR HARA DAN pH TANAH









































Solusi Jangka pendek menggunakan kapur pertanian atau dolumit, untuk jangka panjang dan melengkapi unsur (tiap panen pasti berkurang) mengunakan SUPERNASA dan POWERNUTRITION, Sehingga tanaman semakin meningkat hasilnya dan tanah semakin subur........



Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Jumat, 17 Januari 2014

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Biangnya Pupuk Organik Cair
1.    1 Sachet Greenstar untuk membuat 1 - 1,5 ltr Pupuk Organik Cair (POC)
2.    1 Kotak Greenstar (isi 3 sachet) untuk 3 - 5 ltr POC

Caranya :
Cukup larutkan Greenstar dalam air sesuai dosis diatas dan didiamkan di tempat teduh selama + 2 minggu, aduk 1 - 2 hari sekali. POC siap digunakan dengan dosis : 50 cc - 100 cc / tangki semprot

Mau Pupuk Organik Cair (POC) Murah Berkualitas ?  
                                              Beli saja Biangnya ......


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Rabu, 24 Juli 2013

pestisida organik

pestisida organik


Pestisida Organik sangat ampuh untuk membasmi Hama dan Penyakit Tanaman, apabila cara penggunaanya TEPAT, yaitu :
  1. TEPAT JENIS
  2. TEPAT DOSIS
  3. TEPAT CARA
  4. TEPAT WAKTU
  5. TEPAT SASARAN
Produk Pestisida Organik dan Agens Hayati, Informasinya Silahkan klik :

Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Rabu, 30 Januari 2013

Panen Jagung

Panen Jagung

Cara taman Jagung silahkan click : "budidaya Jagung" dan menggunakan produk Nasa


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Minggu, 20 Januari 2013

GLIO dan BVR

GLIO dan BVR
bersertifikasi badan Pestisida Nasional



Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Kamis, 17 Januari 2013

Obat Trips dan Aphis

Obat Trips dan Aphis
Silahkan klik Video dibawah ini :
Pentana untuk mengatasi Trips, aphis dan kutu-kutuan


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Selasa, 15 Januari 2013

Sayur Organik

Sayur Organik

Pengolahan Tanah dan Pemupukan. Tanah yang akan ditanami dengan sawi, pokcai, bayam, kangkung dan seledri harus diolah dahulu dan diberi pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak, limbah-limbah organik yang telah diolah terlebih dahulu menggunakan konsep fermentasi dan dicampur dengan GLIO untuk mengurangi serangan penyakit jamur.
Setiap Hektar ladang atau sawah yang akan ditanami sayuran diberi pupuk kandang/pupuk organik (1 - 20 ton per Ha ). Jika tanah mempunyai kandungan bahan organik > 3% (tanah masih subur) maka pemupukan cukup dengan dosis 1 ton/ha, jika kandungan bahan organik antara 1 – 2% maka disarankan pemberian pupuk kandang/pupuk organik sebanyak antara 1 – 3 ton/ha, namun jika tanah telah banyak pencemarannya (rusak) atau tanah yang mempunyai kandungan bahan organik <1% maka pupuk kandang yang dibutuhkan semakin banyak (antara 3 – 20 ton /ha).  Banyaknya pupuk organik juga tergantung kemiringan lahannya.  Semakin lahan miring dimana banyak terjadi erosi dan lapisan olah tanah hilang maka dosis pupuk orgnik bisa mencapai 20 ton/ha.   Tanah dicampur dengan pupuk organik, digemburkan lalu dibentuk bedengan untuk mempermudah memelihara tanaman/sayuran yang ditanam.  Jika pupuk kandang terbatas bisa ditambahkan atau diganti dengan pupuk organic padat SUPERNASA dosis bisa 3-5 kg per ha atau kalau pakai SUPERNASA GRANULE dosis 50 kg per ha.
A. Pembibitan/ Persiapan. Bibit tanaman Sayuran  Pilih benih yang bagus kemudian direndam air (bisa ditambah POC NASA 2 cc/lt ),  biarkan selama 20 menit, kemudian ditiriskan lalu ditanam pagi atau sore hari. 
B. Pemeliharaan. Tanaman sayuran (Sawi, sawi putih, pokcai), setelah berumur 1 minggu (7 hari sd 10 hari) berikutnya disemprot dengan pupuk organik atau pupuk hayati serta pestisida alami.  Semprotkan larutan POC NASA dan HORMONIK ( hormon organik) atau GREENSTAR tiap minggu sekali , waktu penyiraman setiap 1 – 2 minggu sekali secara rutin sampai tanaman akan dipanen. Tanaman sawi, sawi putih, pokcai, seledri akan mulai bisa dipanen saat umur 25 hari, sedangkan kangkung bayam bisa dipanen saat berumur 20 hari setelah tanam.
Catatan : Hasil panen sayuran organik seperti di atas, akan lebih enak, renyah, gurih alami, warna lebih cerah, gizi yang lebih baik karena tidak terkontaminasi bahan bahan kimia.  Dianjurkan untuk dikonsumsi orang orang yang mengidap kanker, autis, penyakit gula dll.  Kalau dikonsumsi sehari hari akan menjaga kesehatan dan mengurangi resiko terkena penyakit - penyakit di atas.


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Kamis, 10 Januari 2013

Penggerak Batang Padi

Penggerek Batang Padi
menggunakan GLIO dan BVR untuk mengendalikan Penggerek Batang Padi dan Wereng


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Minggu, 03 Juni 2012

bule cabe dan kutu daun

Bule cabe dan kutu daun
silahkan klik video dibawah ini dan perhatikan penjelasannya :

 Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Sabtu, 02 Juni 2012

Busuk Akar

Busuk Akar Cabe, Tomat dan Melon
silahkan pelajari video dibawah ini :


 Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Jumat, 01 Juni 2012

Jamur


Jamur untuk Insektisida Hayati
Kita tahu dan sebaiknya harus tahu bahwa pengendalian hama secara biologi atau pengendalian hayati mendapat perhatian yang cukup besar di dunia pertanian. Hal ini antara lain disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang semakin tinggi akan bahayanya pengaruh samping penggunaan pestisida kimia baik terhadap manusia maupun lingkungan. Dampak negatif penggunaan pestisida yang kurang bijaksana akan menimbulkan resistensi hama, resurgensi hama, munculnya hama kedua, terbunuhnya jasad bukan sasaran ( musuh alami , residu pestisida dan pencemaran lingkungan. Kecenderungan masyarakat untuk menikmati hasil - hasil pertanian yang bebas residu pestisida semakin meningkat. Di samping kebijaksanaan pemerintah dalam pengendalian dengan sistem pengelolaan hama terpadu (PHT) sesuai UU No. 12 tahun 1992 juga mendorong untuk memberi kesempatan peran yang besar pada pengendalian hayati.
Salah satu agens hayati yang bisa digunakan sebagai pengendalian hayati atau biologi adalah jamur entomopatogenik ( jamur yang memakan hama ) dan jamur antagonis ( Jamur yang memakan jamur) Ada beberapa alasan mengapa jamur entomopatogenik dan jamur antagonis banyak menjadi pilihan untuk pengendalian hama penyakit dari pada organisme lain. Diantaranya jamur entomopatogenik dan jamur antagonis mempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi, siklus hidupnya pendek, dapat membentuk spora yang dapat bertahan lama di alam, bahkan dalam kondisi yang tidak menguntungkan sekalipun. Disamping itu relatif aman, bersifat selektif, kompatibel dengan berbagai insektisida, relatif mudah diproduksi, kemungkinan menimbulkan resistensi sangat kecil. Selain itu, di beberapa negara maju telah digunakan secara rutin dan meluas, misalnya Rusia telah menggunakan Beauveria bassiana untuk mengendalikan Penggerek umbi Kentang, Colarado potato beetle (Laspeyresia pomonella ).
Keberhasilan pemanfaatan jamur entomopatogenik dan jamur antagonis di lapangan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan (suhu, kelembaban), jumlah spora (termasuk viabilitas dan virulensinya) yang disemprotkan, sehingga kemungkinan spora sampai sasaran cukup banyak. Di samping itu perlu diketahui biologi hama atau daur hidupnya agar waktu penyemprotan dapat lebih tepat. Juga saat penyemprotan harus benar-benar tepat, maksudnya tidak di­semprotkan pada waktu matahari terik, sebaiknya aplikasinya pada waktu mendung atau sore hari.
Viabilitas ( daya hidup ) spora jamur entomopatogenik dan jamur antagonis di­pengaruhi oleh faktor suhu, kelembaban, pH, radiasi sinar matahari dan senyawa kimia seperti nutrisi dan pestisida. Hal ini penting untuk dipelajari, sebab syarat suatu patogen berhasil baik digunakan sebagai agensia pengendali hama yaitu harus memiliki viabilitas dan virulensi ( daya bunuh ) yang tetap terpelihara atau tinggi.
Salah satu jamur entomopatogenik adalah Beuaveria bassiana, ( Natural BVR ) dan jamur antagonis adalah Glio­cladium sp, Trichoderma sp. ( Natural GLIO ) yang dikeluarkan oleh PT. Natural Nusantara Jogjakarta merupakan satu-satunya agens hayati yang telah bersertifikat dari komisi pestisida. Natural BVR sangat bagus untuk mengenda­likan wereng, walang sangit, penggerek batang padi dan kakao, penggerek buah kopi dan kakao. Sedang Natual GLIO untuk mengendalikan penyakit layu baik Fusarium (jamur) atau Xanthomonas sp dan Pseudomonas sp. (bakteri) dan bisa mengendalikan penyakit akar gada pada kobis dan akar putih pada tanaman per­kebunan ( kakao, karet, sawit, sengon, kopi, teh dan kina ).


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Jumat, 18 Mei 2012

Pengapuran Tanah Masam


Pengapuran Tanah Masam
Pengertian Dasar
Tanah masam adalah tanah ber-pH rendah (pH dibawah 6), semakin rendah pH tanah-nya maka semakin ekstrim kemasamannya.
Kendala Tanah Masam
1. Unsur hara makro (terutama N,P,K,Ca,Mg) tidak tersedia dalam jumlah cukup, efektifitas dan efisiensi pemupukan makro (urea, TSP, KCI) juga rendah.
2. Beberapa unsur (terutama AI dan Fe) tersedia berlebih sehingga sering meracun pada tanaman.
3. Menghambat perkembangan mikroorganisme tanah.
Pengapuran untuk Meningkatkan pH Tanah
Perbaikan pH tanah bisa diakatakan menyelesaikan 50% masalah kesuburan tanah. Salah satu cara meningkatkan pH tanah dengan pengapuran menggunakan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Idealnya paling lambat pengapuran dilakukan 2 minggu sebelum tanam, karena bahan kapur termasuk bahan yang lambat bereaksi dengan tanah.
2. Setelah pengapuran sebaiknya tanah dicangkul (dibajak) agar kapur bisa merata masuk dekatzona perakaran.
3. Pengairan setelah pengapuran sangat diperlukan.
4. Peningkatan pH tidak bisa terjadi seketika, melainkan pelan dan bertahap.
5. Dosis kapur disesuaikan pH tanahnya, tetapi sebagai pedoman praktis dosis berkisar 500 kg/Ha 2 ton/Ha.
Catatan
Dolomit juga harus secara rutin digunakan pada tanah pH normal, karena unsur Ca dan Mg pada dolomit sangat dibutuhkan tanaman


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Selasa, 15 Mei 2012

Trik dan tips budidaya tanaman di musim hujan


Trik dan tips budidaya tanaman di musim hujan :
1. Bedengan (guludan) lebih tinggi daripada musim kemarau, membuat parit keliling lahan, pemasangan mulsa.
2. Gunakan benih dan bibit unggul.
3. Penurunan pH tanah karena genangan air maka berikanlah dolomit / kapur pertanian.
4. Berikan nutrisi lengkap dan berimbang. Selain pupuk N, P dan K, berikan juga pupuk mikro (POP SUPERNASA, POC NASA) dan ZPT (HORMONIK).
6. Pupuk urea perlu dikurangi 10% -20% dari dosis pada musim kemarau.
7. Jarak tanam lebih lebar dibandingkan pada musim kemarau.
8. Pencegahan hama dan penyakit dapat saat menggunakan GLIO, BVR, VITURA, VIREXI, PESTONA dan METILAT (tergantung jenis hama- penyakitnya).
9. Gunakan Perekat AERO810 agar penyemprotan POC NASA, HORMONIK dan PESTONA di musim hujan lebih efektif dan efisien


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Senin, 14 Mei 2012

Fungsi & Pengaruh Mulsa


Fungsi & Pengaruh Mulsa (Penutup Tanah), mulsa atau penutup tanah adalah sangat penting dan berpengaruh positif terhadap tanaman maupun tanah itu sendiri, baik diterapkan pada pertanian organik maupun pertanian biasa. Dalam peranannya untuk peningkatan kesuburan tanah mulsa yang paling baik adalah mulsa yang berasal dari limbah pertanian, tidak dari plastik. Meskipun pada pertanian biasa sering digunakan mulsa plastik. Mulsa yang berasal dari limbah pertanian seperti jerami padi, seresah, ilalang dan lain-lain sangatlah membantu meningkatkan kesuburan tanah. Selain fungsinya untuk menjaga kelembaban tanah juga setelah mulsa membusuk akan berguna sebagai pupuk organik, memperbaiki struktur dan tekstur tanah.
Ada perbedaan yang sangat mencolok antara tanah yang bermulsa dan yang tidak diberi mulsa. Tanah yang tidak menggunakan mulsa akan mudah terkena erosi bila terkena air hujan maupun pecah-pecah apabila terlalu banyak penguapan. Dengan adanya erosi jelas memperburuk kesuburan tanah dan pengaruhnya jika erosi terjadi pada waktu ada tanaman adalah membuat pertumbuhan dan perkembangan tanaman terhambat, tanaman mudah roboh dan lain-lain.
Kondisi tanah yang pecah-pecah pada musim kemarau akan berpengaruh sangat buruk pada perakaran tanaman. Putusan akar karena pergerakan tanah-tanah evavorasi yang berlebihan mempengaruhi tanaman (menjadi kayu). Sedangkan tanah / lahan pertanaman yang menggunakan mulsa akan menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Karena mulsa berfungsi mengurangi adanya penguapan, mengurangi adanya erosi, menjaga kelembaban tanah dan sebagai sumber penambah hara setelah menjadi pupuk hijau.
Air hujan yang jatuh akan dapat meresap ke bawah (tidak terjadi aliran permulaan), selanjutnya dengan penguapan yang sedikit kondisi air tanah tetap tersedia bagi tanaman. Kondisi yang demikian inilah yang sukar didapat jika menggunakan mulsa plastik.
Mulsa plastik hanya berfungsi menekan pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah yang tidak optimal, karena meskipun dapat mengurangi adanya penguapan tapi tanah tidak dapat meresap air hujan selain melalui saluran irigasi/parit antar bedengan. Bahkan kadang-kadang jika hujan terlalu besar pant tidak dapat menampung air maka akan merusak bedengan, erosi pada pant terlalu besar.
Mulsa plastik tidak akan berpengaruh terhadap penambahan unsur hara, biaya lebih mahal dan kekurangan kekurangan lain.
Lebih efektif dan maksimal hasil pertanian menggunakan Produk Nasa

 Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Sabtu, 12 Mei 2012

Pengukuran Tingkat Kemasaman (pH) Tanah


Pengukuran Tingkat Kemasaman (pH) Tanah
1. Ambil contoh tanah dari beberapa titik pengambilan yang mewakili seluruh areal pertanaman, terutama di kedalaman sekitar area perakaran (15-30 cm dari permukaan tanah).
2. Contoh tanah dicampur jadi satu, dan diambil 1-2 sdm.
3. Masukkan ke dalam wadah, kemudian beri air murni / aquades (Bukan Air Mineral Untuk Minuman) dengan volume yang sama dengan volume tanah.
4. Aduk campuran air murni dan tanah tersebut, diamkan beberapa saat sampai mengendap sehingga air menjadi bening.
5. Pisahkan air bening dari endapan tanah dengan menuangkannya ke wadah yang lain.
6. Celupkan kertas lakmus ke dalam air tersebut selama beberapa detik hingga tidak lagi terjadi perubahan warna.
7. Cocokkan warna kertas lakmus dengan warna indikator yang terdapat pada kemasan kertas lakmus untuk menentukan nilai pH.
8: Pengukuran (point 2-7) sebaiknya diulangi setidaknya tiga kali ulangan, kemudian dihitung pH rata-rata.
9. Air murni/aquades dan kertas lakmus bisa dibeli di toko penjual bahan dan alat kimia.
10. Pembelian air murni/aquades bisa dilakukan secara berkelompok, agar biaya lebih ringan.
informasi lengkap mengenai pH tanah


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi: