Tampilkan postingan dengan label melon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label melon. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Januari 2013

Budidaya Melon

Budidaya Melon

 Bagian 1

bagian 2

Bagian 3

Jenis Produk Lengkap untuk Tanam Melon dari NASA :
Pupuk :
POC NASA, HORMONIK, POP SUPERNASA, POP POWERNUTRITION
PEREKAT A810
Mengatasi Hama Penyakit Tanaman :
GLIO, BVR, PENTANA, VITURA, METILAT, PESTONA


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Senin, 03 Desember 2012

Pupuk Melon

Pupuk Melon
Ph optimum melon adalah 5,5 s/d 6,5. mulai berbunga umur 35-40 hari setalah tanam dipanen pada usia 65-75 hari setelah tanam. Populasi tanaman per hektar 15000 s/d 17000 tanaman. Jarak tanam 60 x 70 cm

Aplikasi pemupukan dengan produk NASA.
Pupuk dasar 2 Super Nasa + 50 kg NPK + 2 bungkus Glio + 200 liter Air. Berikan 3 hari sebelum tanam dengan dosis 1 lubang tanam 1 gelas aqua larutan induk => utk 1.000 lubang tanam

►  Umur 5 hari setelah tanam
      Pemupukan dengan Sistem Penyiraman
      Buat larutan induk :
      5 sendok Super NASA + 5 ttp POC Nasa + 2 kg NPK + Glio 1 box + 200 liter air.
      Per-tanaman diberi 200 ml larutan ( 1 gelas aqua ) => untuk 1000 pohon, kocorkan disekitar tanaman.

      Penyemprotan dilakukan hari ke- 7 dengan dosis 2 ttp POC Nasa + 2 ttp Pestona + ½ ttp AERO.
      Catatan : 2 kg NPK bisa diganti dengan 1 kg Urea + ½ kg Sp36/tsp + ½ kg kcl

►  Umur 10 hari
      Buat larutan induk :
      5 sendok Super Nasa + 5 ttp POC Nasa + 3 kg NPK + 200 liter air.
      Per-tanaman diberi 200 ml larutan ( 1 gelas aqua ) => untuk 1000 tanaman disiramkan melingkar disekitar tanaman.
      Catatan :
      3 kg NPK bisa diganti 1,5 kg Urea + 0,75 kg Sp36/tsp + 0,75 kg kcl

      Penyemprotan dilakukan hari ke- 14 dengan dosis 3 ttp POC Nasa + 3 ttp Pestona + ½ ttp AERO tiap 14 liter air.

►  Umur 15 hari
      Buat larutan induk
      5 sendok Super Nasa + 5 ttp POC Nasa + 3,5 kg NPK+ Glio 1 bungkus + 200 liter air
      => untuk 1000 tanaman.
      Per-tanaman diberi 200 ml larutan ( 1 gelas aqua ) disiramkan melingkar disekitar tanaman.
      Catatan : 3,5 kg NPK bisa diganti dengan 2 kg Urea + 1,25 kg Sp36/tsp + 1,25 kg Kcl

► Umur 20 hari
      Buat larutan induk :
      5 sendok POWER Nutrision + 5 sendok Super Nasa + 5 ttp POC Nasa + 4 kg NPK + 200 liter air => untuk 1.000 pohon.
      Per-tanaman diberi 200 ml ( 1 gelas aqua ) disiramkan disekitar tanaman.
      Penyemprotan dilakukan hari ke- 21 dengan dosis 4 ttp POC Nasa + 1 ttp Hormonik + 4 ttp Pestona + ½ AERO per tangki.

►  Umur 25 hari
      5 sendok  POWER Nutrision + 5 sendok Super Nasa + Glio 1 bungkus + 5 ttp POC Nasa + 4,5 kg NPK + 200 liter air => untuk 1.000 pohon.
      Per-tanaman diberi 200 ml ( 1 gelas aqua ) disiramkan disekitar tanaman.

      Penyemprotan dilakukan hari ke- 28 dengan dosis 6 ttp POC Nasa + 1 ttp Hormonik + 6 ttp Pestona + ½ AERO per tangki.
      Catatan : 4 kg NPK bisa diganti dengan 2 kg Urea + 1kg Sp36/tsp + 1 kg KCL.

► Umur 30 hari
      Buat larutan induk :
      5 sendok POWER Nutrision + 5 sendok Super Nasa + 5 ttp POC Nasa + 5 kg NPK + 200 liter air => untuk 1000 pohon.
      Per-tanaman diberi 200 ml ( 1 gelas aqua ) disiramkan disekitar tanaman.

► Umur 35 hari
      Buat larutan induk :
      5 sendok POWER Nutrision + 5 sendok Super Nasa + 5 ttp POC Nasa + 6 kg NPK + 200 liter air => untuk 1.000 pohon.
      Per-tanaman diberi 200 ml larutan ( 1 gelas aqua ) disiramkan disekitar tanaman.
      Penyemprotan dilakukan hari ke- 35 dengan dosis 8 ttp POC Nasa + 2 ttp Hormonik + 8 ttp Pestona + ½ AERO per tangki.
      Catatan : 6 kg NPK bisa iganti dengan 3 kg Urea + 1,5 kg Sp36/tsp + 1,5 kg KCL.

► Umur 40 hari
      Buat larutan induk :
      5 sendok POWER Nutrision + 5 sendok Super Nasa + 5 ttp POC Nasa + 10 kg NPK + 200 liter air => untuk 1000 pohon.
      Pertanaman diberi 200 ml larutan ( 1 gelas aqua ) disiramkan disekitar tanaman.
      Penyemprotan dilakukan hari ke- 42 dengan dosis 8 ttp POC Nasa + 2 ttp Hormonik + 8 ttp Pestona + ½  AERO per tangki.
      Catatan : 10 kg NPK bisa diganti dengan 5 kg Urea + 2,5 kg Sp36/tsp + 2,5 kg KCL.

► Umur 45 hari
      Buat larutan induk :
      5 sendok POWER Nutrision + 5 sendok Super Nasa + 10 kg NPK + 200 liter air           => untuk 1.000 pohon.
      Pertanaman diberi 200 ml larutan ( 1 gelas aqua ) disiramkan disekitar tanaman.
      Penyemprotan dilakukan tiap hari ke- 48 dengan dosis 8 ttp POC Nasa + 2 ttp Hormonik + 8 ttp Pestona + ½ AERO per tangki
      Catatan : 10 kg NPK bisa diganti dengan 5 kg Urea + 2,5 kg Sp36/tsp + 2,5 kg KCL.
Catatan :
Berikan dolomite 25 s/d 50 kg per 1000 m2 , 5 s/d 7 hari sebelum tanam.
Dosis Pupuk Makro ( Kimia ) Sesuai Rekomendasi Setempat / kebiasaan Petani


Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi:

Minggu, 02 Desember 2012

Cara meningkatkan panen buah Melon

Cara meningkatkan panen buah Melon yang diaplikasikan menggunakan produk NASA berbuah bagus dan mengalami peningkatan lebih dua kali lipat. Buah Melon varietas sakata yang ditanam sebanyak 1500 pohon di kebunnya tumbuh dengan baik. Hal ini berkat aplikasi menggunakan produk NASA Hormonik, POC NASA, Greenstar, Aero, Glio dan Metilat.
Untuk menghasilkan kurang lebih 6 ton melon di 1500 tanamannya, pak Widarto terlebih dahulu mengaplikasikan produk NASA Hormonik, yakni dengan merendam benih melon selama 6 jam dengan diberi 1/4 tutup botol Hormonik. Setelah tumbuh kecambah, aplikasi selanjutnya menggunakan Greenstar, dengan dosis 1/2 sachet untuk 14 liter air (1 tangki semprot). Greenstar ini di aplikasikan 5 hari sekali sampai umur 60 hari.
Aplikasi lainnya adalah menggunakan POC NASA dan Hormonik untuk 5 hari sekali diselang-seling dengan Greenstar. Cara aplikasinya, setiap kali melakukan penyemprotan menggunakan 3 tutup POC NASA dan 1 tutup Hormonik ditambah 1/2 tutup Aero untuk mencegah jamur, dicampur dalam tangki 14 liter dan di aplikasikan setiap 5 hari sekali. Setelah melon berumur 25-30 hari, perawatan selanjutnya menggunakan Power Nutrition. Satu botol Power Nutrition dicampur dengan 150 liter, kemudian dikocorkan kesemua tanaman.
Agar pohon tidak layu, pak Widarto menggunakan pada saat pengolahan media tanam dan dikocorkan setiap 10-15 hari sekali sampai mendekati panen. Tidak kalah penting untuk mencegah lalat buah menyerang, pak Widarto menggunakan metilat. Aplikasi sangat sederhana, yakni dengan mengoleskan Metilat ke media botol, kemudian menaruh botol tersebuut didekat tanaman agar lalat terperangkap/menempel di dinding botol. 1/5 botol Metilat sudah cukup untuk 1500 pohon.
Panen Melon
Aplikasi menggunakan produk NASA sungguh luar biasa. Jika sebelum menggunakan produk NASA banyak serangan hama, setelah menggunakan produk NASA menjadi jauh berkurang. Jika sebelum menggunakan produk NASA 1 pohon hanya 1 buah, kini dengan menggunakan teknologi NASA menjadi 2 buah 1 pohon. Jika sebelumnya bobot rata-rata buah 1,6-1,8 kg, setelah menggunakan NASA menjadi 1,8-2 kg perbuah melon.
Secara ekonomis perhitungan keuntungannya sebagai berikut. Sebelum menggunakan NASA bobot perbuah hanya 1,8 kg perpohon, dimana 1 pohon hanya menghasikan 1 buah melon dikalikan dengan populasi 1500 pohon, hasil yang dicapai kurang lebih 2,7 ton.

Setelah menggunakan NASA bobot melon rata-rata 2 kg, dimana 1 pohon menghasilkan 2 buah, dikalikan dengan populasi 1500 pohon, menghasikan kurang lebih 6 ton. Jika harga dipasaran 6500/kg. Maka hasil dari melon pak Widarto 6.000 x 6500 = Rp. 39.000.000,- sedangkan uang yang dikeluarkan untuk membeli produk NASA sampai panen hanya Rp. 750.000
Betapa riangnya bapak Widartao dari desa Mojorejo Kecamatan Wates Kabupaten Blitar Jawa Timur.

 Pemesanan Pupuk dan Pestisida Alami (agens hayati) untuk Meningkatkan Hasil Panen, silahkan hubungi: